overlay

Daily Update - 10 September 2021

Daily Update - 10 September 2021

  • Global – Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah, pasar mengantisipasi dampak tapering. Dow Jones turun sebesar 151,69 poin atau -0,43% pada 34.879,38, S&P 500 turun 20,79 poin atau -0,46% pada 4.493,28 dan Nasdaq Composite turun 38,38 poin atau -0,25% pada 15,248,25. Saham Moderna naik 7,8% setelah mengatakan sedang mengembangkan vaksin dosis tunggal yang menggabungkan booster untuk Covid dan flu. Beberapa maskapai, seperti United Airlines, American Airlines, dan Southwest Airlines, memangkas proyeksi mereka karena kenaikan kembali kasus Covid-19. The Fed akan mengadakan pertemuan pada 21-22 September mendatang dan investor mewaspadai kemungkinan bank sentral AS itu melakukan tapering atau pemangkasan stimulus US$ 120 miliar per bulan. Data ketenagakerjaan AS mencatat angka awal jumlah pengangguran mencapai 310.000, atau di bawah ekspektasi 335.000 dan terendah di era pandemi. Bursa Eropa ditutup bervariasi. Indeks Stoxx 600 turun -0,06%, DAX Jerman naik 0,08%, FTSE Inggris turun -1,01%, FTSE MIB Italia naik 0,13%. Bank Sentral Eropa memutuskan untuk tidak merubah kebijakan moneternya, tetapi akan mengurangi laju pembelian aset atau quantitative easing-nya di bawah program pembelian darurat pandemi yang selama ini ditujukan membantu pelaku
    usaha mengakses likuiditas melimpah untuk ekspansi di sektor riil. Pasca pengumuman, nilai tukar euro menguat 0,11% terhadap dolar AS. Hari ini akan dirilis data Indeks harga produsen AS per Agustus dan neraca perdagangan Inggris per Juli.
  • Regional – Bursa saham Asia Pasifik ditutup melemah, di tengah sentimen negatif setelah China memperketat aturan terhadap perusahaan game dan pendidikan. Di China, komposit Shanghai naik sebesar 17,94 poin atau 0,49% pada 3.693,13, Shenzhen ditutup naik sebesar 10,45 poin atau 0,07% pada 14.698,53. China diberitakan untuk sementara menangguhkan persetujuan untuk semua game online baru dalam upaya untuk mengekang kecanduan game di kalangan remaja. Indeks Hang Seng Hong Kong turun sebesar 604,93 poin atau -2,30% pada 25.716,00. Indeks saham sektor teknologi Hang Seng ditutup anjlok, Indeks Hang Seng Tech merosot -4,5%. Kekhawatiran regulasi di sekitar sektor seperti video game dan pendidikan swasta dapat terus membebani saham China di Hong Kong. Bursa Jepang ditutup melemah dengan indeks Nikkei 225 turun sebesar -0,57% pada 30.008,19. Indeks Topix turun sebesar -0,71% pada 2.064,93. Indeks Kospi di Korea Selatan turun sebesar -1,53% pada 3.114,70. Saham Kakao anjlok hingga -7,22%, di tengah diskusi baru oleh anggota partai yang berkuasa tentang peraturan baru terhadap platform teknologi. Sementara itu, di Australia indeks S&P/ASX 200 ditutup turun sebesar -1,90% pada 7.369,50.
  • Domestik – Bursa Indonesia ditutup menguat, JCI ditutup naik sebesar 0,70% pada level 6.068,22. Investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp 830 miliar pada seluruh pasar. Yield obligasi pemerintah seri acuan bertenor 10 tahun menguat 4 bps ke level 6,191%. Bank Indonesia (BI) merilis data penjualan ritel per Juli 2021 yang tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) di angka 188,5. Namun secara tahunan, angka IPR Juli 2021 yang tercatat -2,9% justru memburuk. Pada Agustus 2021, BI memperkirakan IPR akan berada di angka 196,5 atau tumbuh 4,3% secara bulanan, tetapi terhitung masih minus secara tahunan. Rupiah ditutup stabil ke level Rp 14.253/US$.