overlay

Daily Update - 15 September 2021

Daily Update - 15 September 2021

  • Global – Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah, meski data inflasi lebih baik dari yang dikhawatirkan. Dow Jones turun sebesar 292,06 poin atau -0,84% pada 34.577,57, S&P 500 turun 25,68 poin atau -0,57% pada 4.443,05 dan Nasdaq Composite turun 67,82 poin atau -0,45% pada 15.037,76. Saham Apple ditutup turun hampir -1% setelah perusahaan
    meluncurkan iPhone 13 baru. Saham terkait pemulihan ekonomi turun. Bank of America kehilangan -2,6%. General Electric membawa saham industri ke zona merah, ditutup -3,9% lebih rendah. Sementara Microsoft naik 0,9%. Indeks harga konsumen AS bulan Agustus melonjak 0,3% secara bulanan atau 5,3% secara tahunan di bawah ekspektasi masing masing
    sebesar 0,4% dan 5,4%. Sementara itu, inflasi inti yang tidak termasuk biaya makanan dan energi naik 0,1% dan di bawah perkiraan sebesar 0,3%. Harga minyak ditutup flat di tengah tanda-tanda badai Nicholas yang dapat mempengaruhi produksi di Texas AS minggu ini. Minyak mentah Brent naik 13 sen, atau 0,2% menjadi US$ 73,6 per barel, setelah naik 0,8% pada hari sebelumnya. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS tidak berubah pada US$ 70,45, setelah naik 1,1%. Bursa Eropa ditutup bervariasi. Pan-European Stoxx 600 ditutup datar, saham pertambangan turun 1,9%. Sementara saham teknologi naik 1,2%. Bank Sentral Eropa mengatakan siap bertindak jika inflasi tidak mereda secepat tahun depan, seperti yang diharapkan saat ini.
  • Regional – Bursa saham Asia Pasifik ditutup mayoritas menguat, di tengah antisipasi investor global atas kebijakan China memperketat aturan terhadap perusahaan game dan pendidikan. Di China, komposit Shanghai turun sebesar 52,77 poin atau -1,42% pada 3.662,60, Shenzhen ditutup turun sebesar 79,74 poin atau -0,54% pada 14.626,08. Indeks Hang Seng Hong Kong turun sebesar 311,58 poin atau -1,21% pada 25.502,23. Saham Evergrande di Hong Kong ditutup anjlok hingga lebih dari -11% setelah perusahaan dilaporkan terancam gagal membayar utang, karena tidak mampu menjual aset properti
    yang dimiliki untuk melunasi utang sebesar US$ 300 miliar atau sekitar Rp 4.275 triliun. Bursa Jepang ditutup menguat dengan indeks Nikkei 225 naik sebesar 0,73% pada 30.670,10. Indeks Topix naik sebesar 1,01% pada 2.118,87. Pemerintah Jepang mengklaim bahwa masyarakat yang sudah divaksin lengkap sudah mencapai lebih dari 50%. Indeks Kospi di Korea Selatan naik sebesar 0,67% pada 3.148,83. Sementara itu, di Australia indeks S&P/ASX 200 ditutup naik sebesar 0,16% pada 7.437,30. Hari ini, data perekonomian China termasuk penjualan ritel dan produksi industri periode Agustus akan dirilis.
  • Domestik – Bursa Indonesia ditutup menguat, JCI ditutup naik sebesar 0,67% pada level 6.129,10. Investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp 401 miliar pada seluruh pasar. Yield obligasi pemerintah seri acuan kembali menguat 0,9 bps ke level 6,171%. Rupiah ditutup menguat 0,04% ke level Rp 14.248/US$. Hari ini akan dirilis data statistik utang luar negeri Indonesia periode Juli 2021 dan data neraca perdagangan Indonesia periode Agustus 2021. Diperkirakan neraca perdagangan Indonesia masih surplus US$ 2,32 miliar, dengan nilai ekspor secara tahunan tumbuh 36,5% dan impor diperkirakan tumbuh lebih tinggi yakni 44,29%.