overlay

Daily Update - 29 November 2021

Daily Update - 29 November 2021

  • Global – Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah, setelah ditemukannya mutasi Covid-19 baru bernama Omicron di Afrika Selatan. Dow Jones turun sebesar 905,04 poin atau -2,53% pada 34.899,34, S&P 500 turun 106,84 poin atau -2,27% pada 4.594,62 dan Nasdaq Composite turun 353,57 poin atau -2,23% pada 15.491,66. Sepanjang pekan ini, Dow Jones terhitung anjlok 3,5% sementara S&P 500 melemah 2,2% dan Nasdaq turun 2%. Yield Treasury AS 10 tahun turun 15 basis poin ke 1,49%. Saham Chevron anjlok 2,3%. Saham emiten perjalanan pun tertekan, seperti Royal Caribbean yang anjlok 13,2%. Saham United Airlines dan American Airlines kompak terkapar sekitar 9%. Saham bank juga tertekan di antaranya Bank of America -3,9% dan Citigroup -2,7%. Namun sebaliknya, saham Moderna melesat lebih dari 20%, Pfizer tumbuh 6,1% dan Zoom Video bertumbuh lebih dari 5%. Akhir pekan kemarin harga minyak AS jenis West Texas Intermediate (WTI) per barelnya juga anjlok US$ 10,24, atau 13,06%, menjadi US$ 68,15 merupakan salah satu penurunan tertajam sejak penutupan ekonomi global tahun lalu yang menyebabkan harga minyak berubah negatif untuk pertama kalinya di seluruh AS. Bursa Eropa ditutup melemah, di tengah kekhawatiran atas varian baru Covid-19 yang dilaporkan memiliki banyak mutasi.
    Indeks Stoxx 600 Eropa jatuh 2,8%, indeks FTSE 100 dan DAX merosot sekitar 3%, indeks CAC40 jatuh -3,78%. Saham perjalanan dan liburan turun 6,3% untuk memimpin kerugian karena semua sektor dan bursa utama turun tajam ke wilayah negatif. Hari ini akan dirilis data penjualan rumah tertunda AS per Oktober, laju inflasi Jerman November, keyakinan konsumen final Uni Eropa November dan kredit konsumen Bank of England.
  • Regional – Bursa saham Asia Pasifik ditutup melemah, karena investor khawatir dengan munculnya varian baru dari virus corona (Covid-19) yang dianggap lebih ganas dari varian Delta. Di China, komposit Shanghai turun sebesar 20,09 poin atau -0,56% pada 3.564,09, Shenzhen ditutup turun sebesar -0,34% pada 14,777,17. Indeks Hang Seng Hong Kong turun sebesar 659,64 poin atau -2,67% pada 24.080,52. Bursa Jepang ditutup melemah dengan indeks Nikkei 225 turun sebesar -2,53% pada 28.751,62. Indeks Topix turun sebesar -2,01% pada 1.984,98. Softbank Group anjlok 5,2% setelah Bloomberg melaporkan regulator China telah meminta eksekutif puncak raksasa ride-hailing Didi Global untuk menyusun rencana delisting dari New York Stock Exchange karena kekhawatiran tentang keamanan data. Indeks Kospi di Korea Selatan turun sebesar -1,47% pada 2,936,44. Sementara itu, di Australia indeks S&P/ASX 200 ditutup turun sebesar -1,73% pada 7.279,30. Penjualan ritel Australia tumbuh lebih baik dari perkiraan sebesar 4,9% bulan ke bulan di bulan Oktober. Hari ini akan dirilis data penjualan eceran Jepang November dan laba perusahaan Australia.
  • Domestik – Bursa Indonesia ditutup melemah, JCI ditutup turun sebesar -2,05% pada level 6.561,55. Investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp 146 miliar pada seluruh pasar. Yield SBN dengan tenor 10 tahun yang merupakan yield acuan obligasi negara menguat 3,1 bp ke level 6,227%. Pemerintah memberlakukan PPKM level 3 dijadwalkan mulai diberlakukan mulai dari tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Rupiah ditutup menguat 0,3% ke level Rp 14.303/US$. Untuk pekan ini Indonesia akan merilis data Inflasi Indonesia per Oktober 2021 diperkirakan sebesar 1,66% secara tahunan.