overlay

Daily Update - 30 November 2021

Daily Update - 30 November 2021

  • Global – Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat, setelah sempat terkena aksi jual besar-besaran pekan lalu. Dow Jones naik sebesar 236,60 poin atau 0,69% pada 35.135,94, S&P 500 naik 60,65 poin atau 1,32% pada 4.655,27 dan Nasdaq Composite naik 291,18 poin atau 1,88% pada 15.782,83. Saham teknologi menguat, seperti Tesla naik 5,1%, Microsoft naik 2,1%, Amazon naik 1,6%, Apple naik 2,2%. Twitter justru turun -2,7% setelah pengumuman CEO perusahaan akan mengundurkan diri. Saham perjalanan membukukan sedikit rebound, United Airlines naik 0,7%, Royal Caribbean naik 2,8%, dan TJX Companies naik 1,9%. Saham Moderna melonjak 11,8%, sementara Pfizer anjlok hampir -3% dan Johnson & Johnson naik 0,34%. Presiden AS mengatakan tidak perlu melakukan lockdown dalam merespons Covid-19 varian omicron. Bursa Eropa ditutup menguat, setelah kekhawatiran Covid varian omicron mereda. Indeks Stoxx600 Eropa naik 0,69%, DAX Jerman naik 0,16%, FTSE Inggris naik 0,94%, CAC Prancis naik 0,54%, FTSE MIB Italia naik 0,73%. Hari ini akan dirilis data keyakinan konsumen AS per November, indeks perumahan AS per September, laju inflasi Uni Eropa per November, tingkat pertumbuhan ekonomi Prancis kuartal III-2021 dan laju inflasi November, serta tingkat pengangguran Jerman per November.
  • Regional – Bursa saham Asia Pasifik ditutup melemah, karena pelaku pasar di Asia masih mengkhawatirkan dari varian baru virus corona, meskipun beberapa pasar saham Asia ada yang sudah mulai pulih ke zona hijau. Di China, komposit Shanghai turun sebesar 1,39 poin atau -0,04% pada 3.562,70, Shenzhen ditutup naik sebesar 0,22% pada 14.810,20. Purchasing
    Manager's Index (PMI) China versi NBS dilaporkan naik menjadi 50,1 pada November 2021, dari sebelumnya pada Oktober lalu di angka 49,2. PMI sektor jasa China cenderung berkontraksi tipis menjadi 52,3 pada November, dari sebelumnya pada Oktober lalu di angka 52,4. Indeks Hang Seng Hong Kong turun sebesar 228,28 poin atau -0,95% pada 23.852,24. Platform media sosial China Weibo berupaya kumpulkan dana USD 547 juta, setara Rp 7,8 trilun pada initial public offering di Hong Kong. Bursa Jepang ditutup melemah dengan indeks Nikkei 225 turun sebesar -1,63% pada 28.283,92. Indeks Topix turun sebesar -1,84% pada 1.948,48. Penjualan ritel Jepang tumbuh 0,9% secara tahunan di bulan Oktober. Perdana Menteri Jepang mengatakan negaranya akan melarang masuknya warga negara asing mulai 30 November untuk mencegah varian Omicron masuk ke Jepang. Indeks Kospi di Korea Selatan turun sebesar -0,92% pada 2,909,32. Sementara itu, di Australia indeks S&P/ASX 200 ditutup turun sebesar -0,54% pada 7.239,70. Hari ini akan dirilis data tingkat pengangguran Jepang bulan Oktober.
  • Domestik – Bursa Indonesia ditutup menguat, JCI ditutup naik sebesar 0,71% pada level 6.608,29. Investor asing mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 1,16 triliun pada seluruh pasar. Yield obligasi pemerintah seri acuan bertenor 10 tahun turun 0,5 bps ke level 6,22%. Gubernur Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, tahun depan akan menghadapi sederet
    tekanan ekonomi termasuk inflasi. Namun BI akan berkomitmen untuk terus menjaga indikator asumsi makro agar sesuai dalam APBN 2022 yang meliputi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%, inflasi sebesar 3%, kinerja nilai tukar rupiah dengan rata-rata sepanjang tahun depan sebesar Rp 14.350. Bank Indonesia mengumumkan uang elektronik (e-money) naik 43,6% secara tahunan dan transaksi hingga saat ini telah mencapai Rp24,75 triliun.