overlay

Avocado Toast, Latte-Biscotti, dan Secarik Tiket Konser Metallica

Mini Seri Tabungan Dahsyat

 

Avocado Toast

Sumber gambar:  https://www.californiaavocado.com/cmspages/getfile.aspx?guid=435e6024-0445-4e2b-b512-27b21bf03a05

Alpukat. Yup Alpukat. Yummy pastinya, dan menyehatkan kata para ahli gizi. Namun tidak demikian bagi Tim Gurner, seorang milyuner taipan properti dari negeri kangguru, Australia, yang baru-baru ini tampil dan dikutip di acara “60 minutes” versi Australia atas pernyataannya yang cukup kontroversial sehubungan dengan gejala avocado toast – camilan roti panggang beroleskan alpukat, glek, membayangkan saja liur sudah menetes – yang sedang melanda para generasi milenials alias mereka yang lahir antara tahun 1981-1994.  Tim menyarankan agar generasi milenials tidak menghambur-hamburkan uangnya untuk membeli camilan yang  ditebus dengan merelakan 19 lembar uang hijau (dolar) negara nya si om Trump ini - wow setara Rp. 254.000! Harga yang sama untuk makan di resto all you can eat nih.

Tentunya Tim menggunakan avocado toast ini hanya sebagai simbol foya-foya generasi milenials karena masih banyak lagi hal lain menurutnya tidak bijak dan berlebihan misalnya menabung tetapi tujuannya untuk beli tiket nonton acara "Kardashian's Show", jalan-jalan ke Eropa setiap tahun, termasuk juga keinginan beli BMW, yang tentunya semua ini menjadi tidak wajar jika penghasilan para generasi milenials ini masih pas-pasan sementara di sisi lain mereka jugalah yang mengeluhkan mahalnya harga rumah. Dia menekankan pasar properti sudah tidak sama lagi, jadi para milenials ini harus segera sadar pentingnya menghemat setiap sen penghasilan mereka untuk membeli rumah. Cukup menyentil bukan? Saking banyaknya yang tergerak – mungkin lebih tepatnya tersindir – di twitter pun terjadi saut-menyaut dengan argumen masing-masing yang tak kalah sengit, tidak ketinggalan juga para penulis blogger dunia maya (contohnya bisa klik pada link berikut  http://www.refinery29.com/2017/05/154632/millennials-avocado-toast-advice-tim-gurner). Pertanyaannya: Setujukah guys and girls ?

Latte-Biscotti

Sumber gambar:  http://www.kitchenfrau.com/wp-content/uploads/2014/04/IMG_4699a-e1398653534643.jpg

Jika guys and girls  termasuk generasi milenials, jangan langsung tersinggung dan merasa bahwa ini adalah kesalahan genetik satu generasi.  Berita bagusnya adalah - atau kurang bagus sih sebenernya untuk lebih tepatnya - generasi sebelumnya pun pernah disindir dengan hal yang mirip.  Sekitar tahun 1990an, David Bach dalam bukunya "Smart Women Finish Rich" memperkenalkan gagasan bahwa para wanita menyia-nyiakan kesempatan memiliki 2 juta dolar untuk masa pensiun kelak dengan kebiasaan menghamburkan uangnya sehari-hari untuk secangkir latte dan biscotti - kue itali. Saat itu sindiran lebih diarahkan untuk generasi X – mereka yang lahir tahun 1965-1980. Nah bisa terlihat khan di sini bahwa sebetulnya sindiran soal gaya hidup hambur-hamburin duit berlaku dari masa ke masa.  Ya iyalah, kita juga mau yang serba fun bukan?! Tapi bukan berarti kita tidak bisa nabung khan?

Secarik Tiket Konser Metallica Jakarta 1993

Sumber gambar: http://4.bp.blogspot.com/-B_rxT1ayFG4/UhtXIz2IqnI/AAAAAAAACTs/HRo-LP6tTro/s1600/methead93.jpg

Mungkin salah satu penyebab orang makin malas nabung adalah karena merasa hasilnya cuma segitu-segitu saja, dan lagi pula harga barang naiknya masih terjangkau khan? Hmm.. Yakin nih bro sis? Tiket konser Metallica di Jakarta tahun 1993 – jadul amat ya – ditebus dengan Rp. 30.000 saja. Tahun 2013 Metallica menggelar konser lagi di Jakarta dengan harga yang silahkan dibandingkan sendiri ya guys and girls:

Harga Tiket Konser

Sumber: http://www.acara-jakarta.com/2013/07/konser-metallica-di-jakarta-siap-digelar.html

Nah lho guys and girls, 2 konser dengan beda rentang 20 tahun, dengan asumsi harga terendah maka beda harganya adalah 13 kali lipat. Mungkin guys and girls  mikir bahwa itu hanya berlaku konser tiket saja yang kategori barang mewah, mari kita lihat harga untuk barang sejuta umat Indomie tercinta kita, yang dulu tahun 1990an harga cuma Rp. 300-an sebungkus, sekarang sebungkus berapa coba? Rp. 2100 atau naik setara 8 kali lipat alias 800% dalam tempo 20 tahun atau setara 11% rata-rata kenaikan bunga-berbunga (compounding) setahunnya. Contoh lain adalah harga sepeda motor yang cuma Rp. 2.000.000 di tahun 1990an sekarang sudah Rp. 15.000.000 atau naik setara 750%, mirip seperti harga Indomie tadi. Terlihat jelas khan sekarang bahwa kenaikan harga barang alias yang kita kenal sebagai inflasi ini bukan main dahsyatnya, lebih tinggi daripada bunga deposito. Jadi cara nabung kita pun harus lebih dahsyat lagi. Setuju khan?

Cara nabung yang dahsyat itu yang gimana sih? Sederhana saja cara nabung dahsyat adalah nabung di produk-produk investasi yang jelas-jelas hasilnya akan bisa mengalahkan inflasi. Pilihan investasi bisa berupa nabung rumah alias properti, nabung emas, dan beberapa lainnya. Properti tentu bagus ya guys, cuma mau beli harus pakai dana besar bingitz. Hiks. Nabung emas bisa mulai relatif murah dari ratusan ribu rupiah, tapi tahukah guys and girls  bahwa harga emas di Indonesia dalam 5 tahun terakhir sejak 2012 sebetulnya relatif tidak kemana-mana? Gambar ini buktinya:

Harga 1 gram Emas 1997-2017

Sumber: http://goldprice.org/id/spot-gold.html

Nah kalau lihat gambar di atas, harga emas 1 gram selama 20 tahun terakhir tumbuh sebesar 1918% atau 19 kali lipat, dahsyat ya? Tapi coba perhatikan, 5 tahun terakhir harga 1 gram emas stagnan di area Rp 550.000, malah mending nabung di deposito saja ya daripada emas.  Itulah kenapa guys and girls  perlu mempertimbangkan pilihan nabung dahsyat yaitu nabung di perusahaan-perusahaan yang  tetap menikmati keuntungan meskipun inflasi menerpa. Wah bisa gitu ya? Iyes dong! 

Tabungan yang ini aslinya bernama investasi di pasar modal dimana guys and girls berinvestasi melalui pembelian saham-saham (bukti  kepemilikan) perusahaan yang diminati dan nantinya akan menikmati hasilnya baik dari kenaikan harga sahamnya maupun dari devidennya alias sisa hasil usaha, bahasa awamnya.  Kembali ke contoh sepeda motor honda tadi, tahukah guys and girls  bahwa perusahaan produsen Honda motor bisa kita ikut beli sahamnya? Namanya Astra Internasional yang harga sahamnya sudah naik 3200% selama 20 tahun terakhir. Silahkan lihat sendiri di gambar bawah ini:

Harga Saham Astra Internasional Periode 1997-2017

Sumber: www.Chartnexus.com 

Sesuatu bingitz khan? Kenaikan sebesar 3200% atau 32 kali lipat dalam periode 20 tahun, setara dengan 18,92% bunga-berbunga tahunan tentu mengalahkan kenaikan harga emas yang cuma 19 kali lipat  – termasuk dalam periode 5 tahun terakhir dimana emas stagnan – dan bahkan properti, dan berita bagusnya keuntungan itu masih ditambah deviden pula. Pilihan yang serupa dimana guys and girls tidak perlu pusing-pusing milih perusahaan adalah melalui Reksa Dana yang sudah ditangani langsung oleh ahlinya sang manajer investasi. Nah kalau sudah tahu Tabungan Dahsyat ini, apakah masih mau kembali ke cara nabung yang lama, tentu lebih memilih Tabungan Dahsyat ini khan? iyes lah! Yuk Mulai Nabung Saham dan Reksa Dana!